Press "Enter" to skip to content

paradigma baru… dan yang terakhir

Beberapa waktu belakangan ini, deratan buku-buku yang saya baca banyak memberi pengetahuan baru. Saya seperti anak kecil yang terkesima dengan hal-hal baru itu.

Menimbulkan transformasi pola berpikir, epistemologi hingga orientasi hidup.

Pendalaman teori psikologi kognitif mengantarkan saya mengenal teori belajar gestalt, bahwa belajar harus dimulai dari tinjauan keseluruhan, lalu berproses kepada bagian-bagian.

Menyelami pemikiran Plato mengenalkan saya pada pola dialektika holistis yg ideal dan bermoral.

Lalu dari menelusuri perkembangan ilmu pengetahuan, sejak peradaban islam, renaisance di eropa hingga masa sekarang ini, saya mendapatkan contoh kasus untuk indikator perubah arah sejarah, beserta gejolak psikologi yang mendasari semangat perubahan tersebut.

Kesemua ini mengantar keingintahuan saya menumbuhkan pertayaan: Paradigma seperti apa yang akan terlahir dari akumulasi gejolak psikologi sejarah masa lalu hingga sekarang ini?

Dan jawabannya adalah: Sepertinya kita akan kembali ke 2500 tahun yang lalu, di masa athena, saat Plato dengan Objektivitas moralnya bertarung melawan moralitas konvensionalisme ala kaum sofis. Yang saat itu pertarungan dimenangkan kaum sofis, & meloloskan demokrasi mengembangbiakkan paham-paham liberalis diperjalan sejarah selanjutnya.

Tapi sejarah akan terulang, untuk pertarungan kali ini, mood sejarah sepertinya akan berpihak pada objektivitas moral ala plato. Yeahh.. Butuh 2500 tahun untuk manusia dapat menyadari kesalahannya mengarahkan arah peradaban

Paradigma baru akan berkembang setelah itu. Sains akan menemukan fitrahnya dengan ilmu spiritual sebagai penuntunnya. Sains fokus mengamati objek dgn penuh kesadaran, dan ilmu spiritual fokus mengamati kesadaran dgn objektif. Harmonis saling menjaga ๐Ÿ™‚

intuisiku mengatakan saat itu adalah “second chance” yg diberikan Tuhan. Dikesempatan pertama 2500 tahun yang lalu manusia tlah gagal memilih.

Dan seperti biasanya “second chance” adalah tanda bahwa cerita telah mendekati akhir ๐Ÿ™‚

Fadly B Andi Paradja – Makassar, 19 April 2012

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 views