Press "Enter" to skip to content

mutiara hikmah

malam yang memperdayakan siang..
sesaat menyeretnya kedalam gelap..

dan nyatalah..
bahwa butuh kemendungan untuk mensyukuri cahaya matahari..
butuh kerontang untuk menghargai setetes air..
butuh kehilangan untuk menghayati arti kebersamaan..
butuh kebencian untuk mengenal jangkauan cinta
butuh pahit untuk menikmati manis..
butuh kekerasan untuk mengenal kelembutan..
butuh kesedihan untuk resapi kebahagiaan..
butuh sakit untuk menghargai sehat..
butuh keburukan untuk menilai kebaikan..

butuh terperosok ke dalam jurang
untuk merindukan terangnya langit di permukaan..
seperti.. kelamnya kesesatan yang merindukan pencerahan qalbu..

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali-`Imraan: 190-191)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 views