Press "Enter" to skip to content

Keluhanku tentang perjalanan sejarah bangsa ini | bagian ke 2

Merunut akar permasalahan carut marutnya perjalanan sejarah bangsa ini memang sangat menguras energi pikiran dikarenakan ada begitu banyak faktor-faktor penyebab yang menghadang laju analisa kita. Dalam prosesnya, sangat penting untuk kita menempatkan ketekunan dan kesabaran mengiringi kerangka berpikir, seraya terus memotivasi diri bahwa pastilah ada jalan keluar dari setiap permasalahan… (bukan kah begitu bukan heheheee)

kita lanjutkan….

Pada tahapan yang paling mendasar, segala yang terjadi berawal dari adanya keinginan dan kepentingan, yang subyeknya dalam hal ini bisa secara individu atau pun kelompok. Dalam struktur organisasi besar seperti sebuah Negara, kesamaan keinginan dan kepentingan dari beberapa individu kecenderungannya akan bersatu membentuk kelompok atau partai dengan pandangan ideologi, agama dan kesukuan sebagai perekatnya.

konflik kemudian timbul ketika ada pergesekan antar invidu, kelompok atau partai itu. pergesekan bisa dalam bentuk kepentingan bisnis, pandangan politik, agama bahkan pergesekan bisa saja timbul dari sekedar ajang rebutan simpati dari publik (pencitraan).

secara umum, saya melihat bahwa akar keseluruhan permasalahan yang menyebabkan tragedi kehancuran jejak sejarah bangsa ini, adalah terletak pada basis kekuasaan pemerintah yang disokong oleh partai politik, kelompok kesukuan, kelompok agama, yang masing-masing diantara mereka membawa agenda kepentingan sendiri untuk kelompok atau klan-nya

jika dianalogikan seperti badai tornado, maka pusaran terkuatnya ada pada lapisan terdekat dari inti. Tarik menarik kepentingan berlandaskan keserakahan, intrik politik, hingga ancaman yang membuat pusaran disekitar “inti” sangat kuat. Jika badai tornado, Semakin menjauhi inti pusarannya semakin lemah dan hanya menghancurkan apa saja yang dilaluinya, maka “badai penguasa” tidak hanya demikian, “badai penguasa” juga perlahan menghancurkan yang ada disekitarnya, sebab ia menghisap energi-energi rakyat kecil melalui pajak, perdagangan barang dan jasa serta juga menghisap kekayaan Negara dari eksplorasi SDA. Kesemua itu mereka kontrol melalui strategi membuat tornado-tornado kecil di daerah-daerah untuk memaksimalkan jangkauan kekuasaanya. Ironisnya adalah bahwa rakyat di daerah-daerah pun latah mengikuti sepak terjang elite penguasa di pusat. Nauzubillah minzalik… ampunkan kami ya Allah..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 views