Press "Enter" to skip to content

engkau simpang itu sendiri

Dipersimpangan itu…

kudapati engkau dalam hujan berpayung galau

Kuhampiri dengan sisa masa lalu tersampir dibahu

Kuraih tanganmu beringsut ke sisi lain

Tak serta merta payung galau itu kau lepaskan

Meski cerah sisi yang kupilihkan

Sisi yang malamnya pun lalu terang

Diisi kilauan rasa yang kita gumpal bersama

Tak ada detik yang terlewat tanpa sapa

Tak ada detik yang terlewat tanpa bahagia

Bodohnya… Kadang terbersit harap kantuk tak usah hadir

Yang nyatanya selalu buahkan rindu

Ranumkan sapa di pagi hari

Lalu Segala janji berujud doa

Lalu kata-kata menumpuk menopang tegar

Entah mengapa sangsimu selalu hadir

Meski begitu tak surut kuuntai bijak

Lewat kata hatiku bersuara

Jadikan cermin penggugat labilmu

Sekuat niat tak cukup harap

Nyatalah arti hadirmu disimpang itu

Engkaulah simpang itu sendiri

Sungguh terniatkan menjagamu

Meski takdir mengangkat kerah baju…Mengguncang…

Lalu lunglailah aku disajadah

Meratap… lalu diam…hening…tak lagi bersuara…

Tersadar..kudapati engkau telah jauh dari jangkauku

Disana kulihat engkau tetap dipersimpangan itu

Dan nyatalah.. engkau simpang itu sendiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 views