Press "Enter" to skip to content

Aku, waktuku, dan Hujan

Seperti tahun-tahun kemarin, musim penghujan tahun ini pun kurasakan sukses memadamkan gelora semangat baru di awal tahun yang sebelumnya senantiasa kucetuskan. Tidak tanggung-tanggung, di minggu kedua januari kenyataannya aku telah mendapati diriku meringkuk di tempat tidur, dalam selimut tebal, tertidur lelap dibuai merdunya rintik hujan. Alarm jam dan handphone tak kuasa menandingi merdu rintiknya. Hanya gelegar petir yang kadang membangunkanku, itu pun sesaat, hanya untuk membenahi letak selimut dan kemudian lebih membenamkan diri di dalamnya. Biasanya aku benar-benar terbangun jika hujan telah reda, parahnya karna hujan kadang dua hingga tiga hari tak reda-reda. reda sesaat terus lanjut lagi.

Bukannya aku tidak ada usaha untuk mengatasi hal ini. Berbagai trik telah ku coba, mulai dari menyediakan kopi di meja samping pembaringan agar jika aku sesaat terbangun dapat segera ngopi, tidur lebih cepat di malam hari, dan lain sebagainya. Namun sial.. suara rintik hujan itu memang begitu menghipnotis..

Dalam hal ini, aku sama sekali tak ingin menyalahkan curah hujan yang tinggi ini, karena jika harus memilih antara musim hujan dan musim kemarau, 100% aku lebih memilih musim hujan. Pengalaman musim kemarau dalam beberapa tahun kemarin selalu saja menjadi alasan buat PLN untuk melakukan krisis pemadaman listrik bergilir, walaupun itu mungkin memang benar karna saat ini PLN masih sangat tergantung pada debit air di beberapa dam sebagai pembangkit tenaga listrik.

Bagiku pemadaman listrik bergilir jelas lebih menyebalkan dari pada hujan yang turun berhari-hari. Jika pemadaman listrik Praktis aktifitas keseharian berhenti, pompa air tidak jalan, tv tak bisa nyala, dan yang terpenting computer tak bisa dinyalakan, jadinya nggak bisa online di facebook atau chat di YM. Jadi aku pastinya lebih memilih musim hujan, biarlah aku dibuatnya banyak tertidur, banyak bersantai.. positifnya adalah bahwa musim hujan dapat kujadikan sebagai saat dimana aku beristirahat penuh sembari mendalami ide segar dan bereksperimen dengan konsep-konsep disain terbaru, anggaplah musim hujan ini menjadi saat yang tepat untuk berkontemplasi…

Selamat datang musim penghujan, selamat datang saat-saat bersantai dan berkontemplasi…

jadi ngantuk… tidur lagi ahh..
Zzzzzzz… Zzzzzzzzz………….
……..Zzzzzzz… Zzzzzzzzz………….

-Fadly Bahari- Monday, 11.01.2010@Makassar – Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 views